suatu saat disiang hari yang indah.
anak botak berjalan dengan santai dan penuh percaya diri
menghampiri sebuah warung kecil di bawah pohon rindang
yang daunnya bergerak menari-nari bersama hembusan angin.
anak botak menghampiri pedagang yang sedang duduk.
anak botak (AB) : bang, ada batere kecil, gak? batere utk jam dinding.
tukang warung (TW) : batere? ada..
jawab tukang warung sambil mencari2 batere
tak lama kemudian..
TW : "nih bang, tapi cuma ada satu"
AB : "ya udah gapapa"
ketika itu ada teman si tukang warung yang bertanya pada si tukang warung
dengan bahasa jawa. tukang warung menjawabnya dengan bahasa jawa juga.
AB : "
piro, mas?" (BAHASA JAWA, artinya: berapa (hargannya), mas?)
TW :
^%$#(*@@%&!!* (pake bahaa jawa juga)
AB : hah?! apaan artinya,mas????
TW : loh?! kiraian orang jawa,mas..
AB : bukan,mas.. saya cuma bisa ngerti "
piro" aja.. *sial..*
TW : oo... 1500,mas..
AB : nih mas, (memberi 2 lembar pecahan 1000). sama aqua satu yah jadi pas.
TW : iya mas, makasih.
anak botak segera berlalu meninggalkan warung itu.
inti cerita ini adalah:
Anak Botak belum menguasai bahasa jawa (doh)